Mengenai Saya

Foto saya
Kami adalah sekumpulan siswa-siswi SMK AR-ROUDHOH yang mencintai Seni Teater dan Sastra

Senin, 14 Februari 2011

Peraduan

Percakapan pagi yang sembilu membuat raut bumi menjadi warna kelabu “tidak bisa mas, aku tidak bisa lagi berpacaran” hah....setelah kebingunganku yang kedua, masih saja aku bertemu denganmu. “mengapa engkau tidak mau menjalin tali kasih yang nikmat ini dik?” sapaku dalam buram “pokoknya enggak mas, enggak.....”serumu tak bisa lagi ditawar. Hihhhh.....edan betul,”tak mungkin engkau hidup sendiri, engkau pasti butuh seseorang yang bisa berbagi antara suka dukamu” menggerutu sautku tanpa peduli celoteh patennya. “mas..........”panjang sautnya “ia dik mengapa?” risau sautku. Seakan ada yang tersimpan dalam-dalam dari wanita dengan pola mata sipitnya ini. Jinak-jinak wajahnya seru sebauh kecewa yang terpendam dalam. “sungguh engkau hidup dalam singgamah berantai” hatiku terkontaminasi tiba-tiba, ada rasa untuk memeluknya, tapi yakinku wajah ini akan tertampar pilu tangannnya yang mendingin. Bincangpun kembali berlanjut “ada luka perih yang tak dapat aku lupakan sampai detik ini mas, luka yang merajam sukma, luka yang buatku menangis, luka yang berseri-seru, luka yang membuatku selalu hilang rasa, dan luka yang ingin mengakhiri hidup fanakku” pagiku menjadi gerah seakan matahari timur ingin kembali sembunyi dan kembali pada poros gelap tak berdaya mendengar seru-seru. Sebut saja gadis malang melintang. Beku kataku seakan masuk dalam kulkas dingin tak berudara, seakan bulu-bulu badanku rontok tertelan angin tanpa nama. “mengapa engkau tersipuh mas, maafkan mas....kamu tak boleh sedih karna gumamku, dan kamu tidak akan merasakan hal seperti ini. Percayalah aku bukan penular virus duka ataupun sedih, namun aku ingin bercerita walau semestinya tidak harus aku ceritakan” dosa seakan bertumpuk padaku hari ini saat aku membuatmu bercerita masa-masamu yang perih kembali kau ingat hari ini. Sungguh tak ada maksud untuk engkau bercerita tentang masa lalumu namun aku sunguh penasaran sampai engkau tidak mau mencari pasangan. Menurutku ini adalah hal yang mustahil bagi kita manusia yang telah di ilhamkan Tuhan untuk saling berpasangan.
***
Percakapan pendek namun menyisahkan ragam perih dan perihatin telah kita lalui selama 2jam lamanya. Tak terasa ceritamu membuatku lupa tentang apa yang sebenarnya ingin aku katakan padamu dari awal perjumpaan kita yang masih aku simpan, karna tak ada waktu yang pas untuk aku serukan padamu. Ini adalah masalah perasan dan yakinku engkau sudah bisa menebaknya dari mulai caraku menyapamu, caraku memandangmu, cariku mengajakmu makan dikantin, caraku mengajakmu main di mall, caraku membantumu mengerjakan tugas-tugas kuliah, caraku menjadi pahlawan saat kau terjatuh dari sepeda kemarin, caraku menuntunmu, dan caraku mendengarkan ceritamu hari ini. “apa yang sedang engkau pikirkan mas?” tak sadarku lamunda membuat hanyut dan sedikit lupa tentang engkau yang bercerita, dan tentang engkau yang melihatku dengan pola tarian sorga. “aduh, maaf dik, maaf....”sautku sambil mengusap liur yang jatuh tak terasa. “hiiiiii....masnya jorok ah!!” “emmm”candapun mulai kita bangun hingga tak ada lagi sedih yang merajam pagi perjumpaan ku denganmu. “mas,mas...kalau tidur sering keluar gituan ya???” “gak juga” sautku dengan wajah yang memirah “kenapa wajahmu memirah mas?” tanya dengan senyumnya yang mengembalikan terbit matahari pagi. Sebenarnya gadis ini adalah gadis yang super tomboy baik dari cara dia berpakaian, dia berbicara, dia berjalan, dan dia saat menyikapi sesuatu, namun hati yang sedang perih siapapun tidak bisa berbohong. “tidak apa-apa dik, santailah, tak usah engkau gundah!!”.
***
Sulit rasanya aku katakan sesuatu yang telah lama tersimpan rapi dalam cakrawala jiwaku selama ini. Aku tahu kalau dia sudah mulai bercanda dan sering hal serius malah dijadikan bahan untuk menyambung canda leluconnya yang sering disedukan pada teman-temannya dikampus. Kadang aku menyebutnya edan dan kadang aku menyebutnya orang yang tak bisa diajak serius. Sering juga membuatku kesal dan ingin menghajarnya saat ia cengengesan, namun ibu pabaku sering berkata “siapapun kalau itu adalah jenis kelamin perempuan, maka dia adalah orang yang lembut dan perlu diperhatikan” demikian itu yang membuatku betah bersamanya. Tidak hanya itu saat sendiri aku malah merindukannya. Aneh........
***
Hari ini aku tidak sukses mengungkapkan hal yang aku pendam. Sudahlah aku mencoba bersikap santai dan tidak gundah. Adapun aku juga masih baru mengenalnya dan engkau juga baru mengenalku. Bapa ibu berpesan “sabarlah untuk menunggu walau itu membosankan” meski bapa ibuku bukan seorang pujangga namun yakinku dengan sabda beliau. “mas kini aku sudah sampai waktu untuk pulang kerumah, sekalian mau bantu nenek untuk memasak” waktu yang terasa cepat, engkau telah mengahiri perjumpaan yang sangat bernostalgia ini. Gadis yang cuek namun ia terkadang menjadi seorang wanita yang semestinya “baiklah ku persilahkan engkau kembali keperaduanmu” sapaku walau tak tulus karna mata-mata masih tak puas memandangmu yang amboy “sampai jumpa kembali mas ku!!” “berhati-hatilah dik” lambai tanganmu melepas perpisahan dan kerinduan yang masih mewaktu. Sungguh saatnya aku mesti berkata jujur padamu, dan kini aku kembali pada pojok kamar untuk menciumi bau farfummu yang mungkin masih menyisa. “sampai berjumpa kembali gadis yang baru aku jumpai”.

Membaca Bawah Sadar

Orang yang mempunyai mmimpi
Adalah: orang yang mempunyai keinginan,
Orang yang tak pernah bermimpi
Adalah: orang yang tidak pernah mempunyai keinginan.

Terkadang kami sempat putus asa dengan kericuan hidup kami yang sabana hari semakin mengenaskan tak seperti para tetangga yang selalu riang dengan lukisan indah didinding penjuru rumahnya. Kami hidup dengan sebuah kenaifan yang membelenggu di antara sisi ruang hidup kami.
Seorang ayah, ibu, dengan dua anak begitulah kami sampai sekarang berkumpul di antara gemuruh kemiskinan. Miskin harta, miskin tempat tidur, miskin tempat makan, miskin tempat memasak meski tak sering ada yang mau dimasak untuk mengisi busung perut kami, miskin kepedulian, dan miskin romantika hidup yang mesti riang kebahagiaan.
Kami seorang ayah yang sudah sakit-sakitan bekerja mengankut pasir saban hari demi sebutir nasi untuk keluarga kami yang menunggu dirumah. Kami makan dengan hasil jerih payah dengan tanpa peduli terhadap kesehatan kami hanya untuk bertahan hidup. Kami seorang ibu yang berkeliling menjual gorengan di setiap gang-gang perumahan. Dari gang I ke gang II dan terus kami memutari dengan penuh harapan gorengan kami terlahap habis. Kami makan dengan hasil gorengan yang dijual ibu setiap hari. Kami seorang anak yng tak punya ruang untuk bersekolah menjadi orang pintar, tak punya kesempatan untuk belajar, karna pintu tertutup buat kami yang tak mampu membayar demi sebuah ilmu pendidikan. Hah...tak ada kesempatan untuk menjadi pandai.
***
Kami adalah keluarga yang tak punya tempat untuk berteduh diantara membagi suka dan duka nestafa. Kami berada di sebuah gubuk dengan dibatasi kain-kain lusut hasil nemu di tempat pemuangan. Kami hidup diantara ada dan tiada. Tapi beruntungnya kami masih berkesempatan untuk bernafas. Saat anak-anak kami sakit karena kurangnya gizi dan masuk angina ketika mereka tidur, kami hanya bisa memberikan cerita tentang semangat hidup, bukan obat dokter yang disedukan dengan segelas air. Ya…kami tidur pada ruang yang tak layak ditempati sebagai manusia yang lebih sempurna dan mulya dari seekor babi.
Kami sering berimajinasi tentang uang yang berjuta-juta di tangan, tentang rumah mewah yang sebesar Griya Arta, tentang mobil mewah, tentang makanan yang nyaman. Ha…..tapi itu sebuah dongengan yang sering kita bangun seketika kita pulang dari tempat bekerja, dari menjual gorengan, dan dari hayal menjadi anak yang pintar dan dibanggakan oleh banyak orang. Kami adalah para pemimpi. Dan kami bekerja atas dorongan mimpi, kami hidup hingga malam ini karena mimpi yang tak pernah tuntas kami impikan bersama disaksikan cicak di gubuk dinding kami.
***
Pagi begitu jingga menyapa kami yang sedang bersiap-siap bekerja, kami yang sedang membungkus gorengan untuk dijajakan. Tersaut salam dengan suara yang lunglai didepan rumah kami "assalamualaikum" seakan bidadari mahkayangan datang menyapa kami. Ibu membuka pintu dengan saut "walaikumsalam" pintu terbuka seakan ada sublime yang membuat hati kami terisak bahagia "apakah benar ini rumahnya pak Surota" dengan senyum mengkesima dan mata yang menatap rapi "ia benar, ada apa Endhuk?"kami menyapa dengan sedikit rasa cemas,hawatir, gelisah, pokonya pikiran yang bercabang bagai akar kayu semek di belakang rumah kami "tidak ada apa haya saja saya mengantarkan surat dari Jakarta" "surat dari Jakarta" kami tak pernah merasa punya kerabat di Jakarta, teman dari Jakarta, urusan dengan orang Jakarta, dan kami tak tau Jakarta, hanya kami melihat indahnya Jakarta saat kami menonton TV punyaan tetangga. "apakah surat itu dari kejaksaan tinggi, dari polisi untuk menangkap kami karna kami tak layak hidup ditengah keindahan kota, atau kami mau dimusnahkan karena kami telah mengutori lenskap kota negeri ini, maksud kami negeri yang dihuni oleh para pendosa?" kami yang gelisah dengan surat di tangan wanita berpakaian rapi dan wajah yang dipolesi berbagai jenis prodak, entahlah kami tak tau menyebutnya."sebaiknya silahkan dibaca sendiri" dengan bijak dan penuh tulus wanita itu memberikan surat pada kami. Dengan tangan yang gemetar kami mengambil dan membaca secara bersama-sama dengan ayah, ibu, dan kedua anak kami. Kami mengeja tulisa di kertas berwarna putih itu "silahkan mimpi kalian jadikan sebuah realita ditengah impian selama ini kalian dongengkan" kami bingung dengan tulisan yang tertera di kertas putih itu. Di balik semua itu wanita yang berpolas bidadari mahkayangan itu menghilang tiba-tiba seperti hantu yang terlihat difilm-film horor. "apa maksud dari semuanya ini?" ayah bertanya dengan penuh kebingungan. Kami semuanya bingung, hingga lupa dengan pekerjaan kami, lupa dengan jualan gorengan yang sudah disiapkan untuk di jual hanya untuk memikirkan sebuah kebingungan, memikirkan wanita yang menghilang seketikan hanya kata yang tertulis “Selamat Anda Mendapatkan Rizki Berlimpah”.
***
Kebingungan yang terus melahap kami pagi itu tak ubahnya selayang pandang dari rasa letih kami. "sudahlah tak usah kita pikirkan, ini hanya permainan hidup orang miskin, kalian sering bermimpi tentang rumah sebesar Griya Arta tentang mobil mewah, tentang makanan yang nyaman maka, beginilah jadinya" ayah menyapa kebingungan kami "saya mau berangkat bekerja saja, mimpi terkabul karna bekerja. Orang bermimpi karena mempunyai cita-cita" demikian ayah yang bersosok pantang putus asa didalam gemilau hidup.
Kami bersiap-siap berangkat kerja, bersiap-siap menjajakan gorengan. Seketika setapak kaki berada di depan pintu rumah kami ada bungkusan plastik berwarna hitam besar yang menghalangi perjalanan kami, sempat kami tak acuh karena apalah arti sebuah plastik berwarna hitam, berapa meter kami melewati plastic warna hitam seakan ada yang membisikkan pada telinga kami untuk membuka isi dari plastic yang berada di depan pintu kami. Serentak kami mendekati plastic itu dan ibu membukanya dengan perlahan. Suatu yang tak pernah terduga sebelunya "ya Allah…." Teriakan panjang ibu membangunkan bayi Nasti tetangga yang baru saja melahirkan "ada apa?" saut ayah "lihatlah ayah, apa yang berada didalam plastic berwarna hitam ini!!" sebuah keajaiban yang tak terduga, bahwa ternyata bungkusan plastic itu tersimpan mimpi-mimpi kami selama berabat lamanya kami lamunkan, adalah plastic yang tersimpan rumah sebesar Griya Arta, mobil-mobil mewah, makanan-makanan mewah, dan semua yang kami impikan selama ini kini semuanya tersimpan rapi dalam plastic warna hitam itu. Wanita mesteri yang pergi tanpa pamit ia membuat kami hidup di atas puncak purnama keindahan. Hari ini kami bahagia dengan mimpi-mimpi kami. Impian dan mimpi adalah sebuah cita-cita yang akan hendak terujud. Keindahan dalam hidup adalah bermimpi hingga kami katakan padamu “janagnlah berhenti bermimpi dan mengujudkannya dalam sebuah kenyataan”.

Abracadabra.
Salam kami terucap padaMU
Dengan lebur nafas kami yang dulu terasing
Kembali menguak menyedui kamar-kamar pengantin.
Sujud kami adalah pesta puji rahmadMU yang
Munyuburkan sepenggal pengasih.
“Terima kasih kami ucapkan padaMU”

Sabtu, 12 Februari 2011

Kekuatan Cinta


Pusatkan perhatian pada Gambaran Menyeluruh. Hargai diri sendiri dan asahlah prisnip etnik anda secara terus – menerus. Jadikan visi hidup anda sebagai rambu di depan anda. Jadilah orang yang penuh kasih dan pengertian terhadap diri sendiri dan orang lain. Jadilah orang yang semakin bersyukur dan murah hati. Tertawalah dan biarkan dunia tertawa bersamamu. Terus lepaskanlah sisi anak kecil dalam diri anda. Tumbuhkan kekuatan diri melalui Kekuatan Ritual. Ciptakan ketentraman di dalam maupun diluar diri anda. Melalui tindakan-tindakan ini, anda akan mengembangkan, memiliki, menyadari dan membagikan Kekuatan Cinta

Selasa, 25 Januari 2011

Kesabaran


Sekalipun ada keuntungan untuk menjadi yang pertama, tetapi terdapat lebih banyak keuntungan dalam menjadi yang terbaik. Di dunia yang serba instan dan segera ini, layaklah kita melihat bagaimana melakukan sesuatu secara sepantasnya. Terburu-buru dan ketidak sabaran adalah bisa berakibat fatal  dan rentan terhadap kesalahan.  Pelajarilah nilai kesabaran. Sekalipun rasanya seperti anda tertinggal jauh di belakang, tetapi dengan usaha yang terukur dan tekun, lebih mungkin  anda akan berada di depan.
Bahkan banyak orang mengatakan bahwa kesabaran suatu hal yang mudah tetapi sebetulnya tidak, kesabaran perlu waktu, kesabaran perlu fikiran bahkan kesabaran memakan semua tetapi ingat itu semua akan membuahkan hasil yang positif. Terkadang orang sering lengah akan apa yang dia lakukan sering kali mengdepankan egoisme akan tetapi orang tersebut tiak pernah sadar bahwasannya dia akan mendapatkan sebuah hal yang membuat dia gembira sepanjang hayatnya, namun dia masi belum menyadari bahwa kegembiraan tersebut akan muncul tat usai dia usai diuji kesabarannya
Kesabaran bukan berarti menunda-nunda pekerjaan.  Kesabaran berarti mengambil tindakan sekarang, yang akan membawa hasil di masa depan.  Kesabaran berfokus pada hasil terbaik, bukan pada hasil tercepat atau termudah.  Kesabaran berarti mengerti bahwa perjalanan panjang memiliki hasil yang panjang pula. Mulailah dari sekarang, dan bersabarlah.  Siapa yang mencari hasil segera akan segera pula kehilangan hasilnya itupun anda sendiri yang akan menikmati hasil tersebut.

Kamis, 20 Januari 2011

Pengantar

Terkadang kita terlalu disibukkan oleh hal-hal yang begitu remeh sehingga kita terlupa untuk segera menyelesaikan tugas besar yang sebetulnya telah menunggu kita untuk diselesaikan. Coba kita audit lagi apa yang telah kita lakukan dalam 1 (satu) bulan ini, mungkin ada beberapa hal yang semestinya bisa diselesaikan dengan cepat di awal atau pertengahan bulan. Kebanyakan manusia memang demikian adanya sehingga banyak hal yang terlewat dari kita semua.
Setara berdiri dipertengahan  tahun 2010 dibawah naungan YPI AR-ROUDHOH Beji, Wonokoyo, Pasuruan. Setara yakni kumpulan dari para siswa SMK AR-ROUDHOH yang berimajinasi handal dan berpola fikir panjang dalam hal apapun saja, namun kali ini Setara lebih mengedepankan kreatifitas seni dan kesusastraannya.